Yuk, Mengenal Gunung Slamet Lebih Dekat

Puncak Gunung Buat pendaki di pulau Jawa, nama Gn. Slamet pasti sudah tidak asing. Tapi tahukah Anda misteri apa saja yang menyelimuti Gn. Slamet?. Slamet, Jalur Pendakian, Naik Gunung Slamet
Pict By @Pended280795

Buat pendaki di pulau Jawa, nama Gn. Slamet pasti sudah tidak asing. Tapi tahukah Anda misteri apa saja yang menyelimuti Gn. Slamet?

Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 Mdpl merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dan menempati urutan ke-2 gunung tertinggi di Jawa setelah Gunung Semeru yang memiliki ketinggian mencapai 3.676 Mdpl.

Posisi Gunung Slamet berada di antara 5 kabupaten di Provinisi Jawa tengah, yaitu Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang.

Gunung Slamet termasuk gunung berapi yang masih aktif dengan jalur pendakian yang cukup sulit. Namun demikian, Gunung Slamet termasuk salah satu destinasi pendakian yang cukup populer di kalangan para pendaki.

Nama Gunung Slamet identik dengan kata Slamet yang dalam bahasa Jawa bermakna selamat. Pada intinya Gunung Slamet bisa memberikan makna keselamatan.

Hal ini dikarenakan aktifitas Gunung Slamet yang terbilang aktif namun tidak pernah meletus dalam skala yang besar.

Namun begitu, dalam sebuah ramalan yang tertulis dalam buku Sri Aji Jogoboyo dari abad ke-12 disebutkan bahwa jika Gunung Slamet meletus maka hal itu akan menyebabkan Pulau Jawa terbelah dua akibat amblesnya permukaan tanah yang membujur dari wilayah laut utara hingga laut selatan.

Misteri dan Mitos di Gunung Slamet

Ada beberapa misteri, mitos, kisah mistis bahkan tempat angker yang menyelimuti Gunung Slamet, diantaranya adalah berikut ini:

Keberadaan Makhluk Kerdil
Pada jalur pendakian melalui Guci, konon hidup manusia kerdil. Dari cerita yang beredar menyebutkan bahwa manusia kerdil tersebut sebenarnya adalah seorang pendaki yang tersesat dan akhirnya bertahan hidup dengan cara mengikuti tingkah binatang hingga akhirnya kehilangan jati dirinya sebagai manusia.

Puncak Surono
Gunung Slamet memiliki kawah besar yang dikenal dengan nama Segara Wedi sedangkan puncaknya disebut Puncak Surono.

Konon nama Surono pada puncak gunung diambil dari nama seorang pendaki yang meninggal di puncak gunung karena jatuh ke jurang.

Untuk menghormati pendaki tersebut, di puncak gunung terdapat tugu penghormatan yang disebut sebagai Puncak Surono.

Kisah mistis di Pos Samarantu
Banyak kisah mistis yang terjadi di Pos Samarantu. Konon di lokasi pendakian ini ada banyak makhluk tak kasat mata yang suka sekali mengganggu manusia.

Nama Samarantu sendiri berasal dari kata samar hantu, dimana banyak makhluk gaib yang suka muncul dengan cara menyerupai manusia.

Air terjun Guci dan Pesugihan
Lokasi wisata yang eksotis di desa Guci ini nyatanya menyimpan misteri dan kisah mistis yang menakutkan.

Di balik keindahannya, konon di tempat tersebut terdapat siluman Naga Cerek yang banyak dimintai untuk pesugihan.

Dengan bantuan juru kunci dan ritual tertentu, seseorang akan mendapatkan pesugihan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan.

Namun tentu saja syaratnya sangat mengerikan, karena nyawa anggota keluarga yang harus dijadikan tumbal.

Gerbang ke dunia gaib
Di Gunung Slamet juga diyakini terdapat kerajaan jin yang diyakini berada di jalur pendakian Bambangan.

Konon diantara dua pohon besar yang ada di tengah-tengah jalur pendakian tersebut merupakan gerbang menuju ke dunia gaib yang hanya bisa dilihat dengan mata batin.

Pasar Setan
Banyak kejadian aneh yang dialami oleh beberapa pendaki, dimana mereka mendengar suara yang ramai layaknya pasar ketika sedang mendaki gunung.

Dikisahkan ada seorang pendaki yang benar-benar memasuki sebuah pasar yang begitu ramai ketika sedang dalam perjalanan mendaki.

Namun ternyata ketika hal itu terjadi, diketahui bahwa pendaki tersebut ternyata telah hilang selama 3 jam sehingga dicari oleh rekan sesama pendaki.

Potensi Wisata di Kaki Gunung Slamet
Di balik kisah mistis yang menyelimuti, pesona Gunung Slamet menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisawatan untuk mengunjunginya di saat liburan. Di kawasan kaki Gunung Slamet terdapat dua destinasi wisata alam yang sangat terkenal, yaitu:

Baturaden
Objek wisata Baturaden terletak di wilayah Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Lokasinya terletak di sisi sebelah selatan Gunung Slamet dengan suhu udara yang sangat sejuk dan akan bertambah dingin di sore hari.

Di kawasan wisata ini pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang masih sangat asri dengan hawa pegunungan yang sejuk dan menenangkan.

Baturaden menjadi sangat menarik dengan adanya beberapa tempat wisata lainnya seperti berikut ini:

Pancuran Telu dan Pancuran Pitu
Lokasi wisata yang satu ini termasuk salah satu tempat favorit yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Kedua pancuran ini merupakan pemandian air panas dengan kandungan belerang di dalamnya.

Banyak yang meyakini bahwa air panas di dua pemandian ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit, terutama penyakit kulit karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi.

Taman Kaloka Widya Mandala
Tempat wisata ini sering disebut sebagai wisata pendidikan Wanasuka Baturaden, konsepnya menyerupai mini zoo dengan sentuhan edukasi yang sangat bermanfaat bagi pengunjung remaja dan anak-anak.

Beberapa jenis binatang yang ada di tempat wisata ini antara lain adalah Harimau Sumatera, Orang Utan Kalimantan, dan beberapa jenis binatang lainnya.

Bumi Perkemahan Baturaden
Di lokasi wisata ini para pengunjung bisa menikmati serunya kegiatan outbound dengan suasana alam yang indah dan menyejukkan.

Curug Gede
Berada di kawasan Baturaden, tepatnya di Desa Ketenger, Curug Gede menyajikan pemandangan alam yang begitu mempesona.

Dengan ketinggian air terjun mencapai kurang lebih 50 meter, Cururg Gede disebut sebagai curug yang terindah dibandingkan dengan curug lainnya yang berada di kawasan ini.

Pemandian Air Panas Guci
Masih di kaki Gunung Slamet, tepatnya di sisi sebelah utara terdapat objek wisata alam yang cukup terkenal yaitu Pemandian Air Panas Guci yang terletak di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Aliran air panas yang mengalir dari pancuran-pancurannya diyakini mampu menyembuhkan penyakit kulit dan juga reumatik, khususnya pada Pemandian Pancuran 13.

Setidaknya ada 10 air terjun yang ada di wilayah Desa Guci, dimana salah satunya berupa air terjun berair dingin yang dikenal dengan nama air Terjun Jendor.

Adapun fasilitas yang tersedia di kawasan wisata ini cukup lengkap, karena suda ada penginapan dan hotel, wana wisata, kolam renang air panas, bumi perkemahan, lapangan tenis dan juga lapangan sepakbola.

Di kawasan wisata ini terdapat pemandian air panas terbuka, yaitu Pancuran 13, Pancuran 7, Pancuran 5, dan kolam renang.

Jalur Pendakian Gunung Slamet
Banyak yang menyebutkan bahwa jalur pendakian menuju ke puncak Gunung Slamet cukup sulit. Selain medan yang cenderung terjal, kemunculan kabut yang cukup tebal menjadi kendala tersendiri yang menghambat aktifitas pendakian.

Berikut ini adalah beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan untuk mencapai ke puncak Gunung Slamet:
 Jalur Bambangan
 Jalur Baturaden
 Jalur Gambuhan
 Jalur Jurangmangu
 Jalur Gunungsari
 Jalur Dhipajaya
 Jalur Guci

Meskipun ada banyak jalur alternatif yang bisa digunakan untuk mencapai puncak Gunung Slamet, namun yang paling populer adalah jalur Bambangan.

Di jalur pendakian ini para pendaki akan melewati 9 pos hingga sampai ke puncak gunung. Dari basecamp menuju ke Pos 1 jalur yang dilewati masih berupa jalan beraspal dengan view ladang perkebunan milik warga.

Setelah 15 menit perjalanan para pendaki akan memasuki kawasan hutan dengan medan yang landai namun kemudian menanjak dengan kemiringan hingga 60 derajat.

Butuh waktu sekitar 2 jam untuk tiba di Pos 1. Di pos ini para pendaki bisa beristirahat dan membeli beberapa jenis makanan yang banyak dijual di lokasi ini.

Dari Pos 1 menuju ke Pos 2 membutuhkan waktu perjalanan sekitar 2 jam dengan jalur yang cukup licin terutama di musim hujan. Sementara track pendakian menuju ke Pos 3 terlihat mulai menyempit dengan jalur perairan yang mengering.

Dari Pos 3 menuju ke Pos 4 jalur yang dilalui lebih didominasi dengan tumbuhan liar dan akar pepohonan.

Untuk mencapai Pos ke 5 dan 6, para pendaki hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan, dimana pada pos ke-5 banyak pendaki yang mendirikan tenda dan mengisi persediaan air.

Track yang ditempuh dari Pos 6 menuju ke Pos 7 cukup licin dan curam dengan beberapa cabang atau persimpangan yang bisa membuat bingung dalam menentukan arah.

Di lokasi Pos ke-7 ini para pendaki bisa menikmati keindahan sunrise sekaligus menyaksikan panorama Gunung Sumbing dan Sindoro dari ketinggian.

Di Pos 7 terdapat shelter dan biasanya para pendaki mendirikan tenda di lokasi ini karena jarak menuju ke puncak tidak terlalu jauh.

Jarak yang ditempuh menuju ke Pos 8 cukup pendek sehingga hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja.

Selanjutnya perjalanan akan melewati semak belukar hingga sampai pada batas vegetasi di pos 9 atau sering dikenal dengan pos Plawangan.

Dari pos ini puncak Gunung Slamet sudah terlihat, namun untuk mencapai puncaknya para pendaki harus melewati medan yang sangat ekstrim.

Begitu tiba di puncak gunung, rasa lelah akan segera terobati dengan pemandangan yang nampak dan sangat menakjubkan di depan mata.

Source : nyero.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *