Mengenal Gunung Raung Dan Puncak Sejatinya

Gunung RaungSaungGOA-Menggapai puncak Gunung Raung merupakan dambaan para pendaki yang memiliki nyali besar karena keistimewaannya yang sangat luar biasa.

Selain menjadi salah satu gunung yang mempunyai Caldera terbesar di Indonesia.

Gunung dengan ketinggian 3344 Mdpl ini juga memiliki empat puncak yang sangat luar biasa, yaitu ; Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi dan Puncak Sejati yang sangat melegenda.

Berbeda jika di banding dengan mendaki gunung-gunung lain di Indonesia, mendaki gunung ini dibutuhkan nyali yang cukup besar dan beberapa keahlian terapan tersendiri.

Keahlian seperti manajemen air, tali-temali dan teknik panjat tebing serta nyali yang tebal, merupakan syarat mutlak yang harus di miliki oleh para pendaki jika ingin “Meraung”, istilah yang kerap menjadi sebutan bagi pendaki yang ingin menggapai puncak Gunung Raung.

Jika di ibaratkan jenjang pendidikan, maka mendaki Gunung Raung ibarat pencapaian Strata 2/S2, sementara puncak Cartenz menjadi Strata 3/S3 yang ada di negri ini. Dan gunung Semeru, Kerinci, Argopuro, Rinjani dan lain-lain, di ibaratkan sebagai S1-nya.

Dari segi administratif, gunung Raung terletak dalam tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Untuk mendaki Gunung Raung, ada tiga tahap perizinan resmi yang harus kita urus dan di setujui oleh pihak terkait. Mulai dari izin pengelola, Perhutani, Kecamatan sampai ke kepolisian setempat.

Untuk keamanan dan kenyamanan pendakian, disarankan setiap rombongan pendaki menggunakan jasa pemandu lokal sebagai penunjuk jalur.

Hal ini dikarenakan keunikan jalurnya yang sangat menantang, menggapai puncak gunung ini lebih aman jika di dampingi oleh orang yang mengenali medan, situasi dan kondisi.

Di Gunung Raung terdapat Sembilan Pos Pendakian dan rata-rata setiap pos memakan waktu tempuh sekitar 45 s/d 60 menit perjalanan. Kecuali dari Pos Satu ke Pos Dua yang durasi perjalanannya bisa memakan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan.

Untuk mempersingkat waktu, para pendaki di anjurkan untukmenggunakan jasa ojek setempat untuk mencapai pos pertama.

Karena Gunug Raung merupakan salah satu gunung yang “pelit air’, para pendaki disarankan untuk membawa perbekalan air dari bawah.

Dan untuk mengurangi beban bawaan selama perjalanan, pendaki bisa menggunakan teknik penanaman air yang bisa dilakukan pada Pos Tiga atau Pos Empat.

Idealnya, mendaki Gunung Raung membutuhkan waktu yang lumayan panjang, sekitar 4 hari 3 malam perjalanan.

Istirahat pedakian pertama bisa kita dilakukan di Pos Tiga atau Pos Empat. Istirahat malam kedua di Pos Tujuh (prepare for summit attack) sedangkan malam ketiga tergantung fisik pendaki biasanya ada yang tetap di Pos Tujuh atau turun ke Pos Tiga.

Waktu ideal untuk Summit Attack adalah sekitar pukul tiga pagi dini hari,.

Dari Pos Tujuh dengan waktu tempuh dua jam perjalanan, tiba di Pos Sembilan.

Nah, dari sini, menggapai Puncak Bendera membutuhkan waktu sekitar 10 menit, dari Puncak Bendera, pendaki sudah dapat menikmati keindahan sunrise yang terbit dari ujung Timur Indonesia.

Selain itu, kita akan di suguhkan kemegahan track/jalur medan Summit Attack gunung Raung yang sangat luar biasa.

Track pasir dan bebatuan tampak dengan sangat jelas.

Daripuncak Bendera, pendaki berjalan menurun menyusuri ujung tebing menuju bawah tepat Puncak Tujuh Belas dan dari situlah penggunaan Safety Gear mulai dipersiapkan.

Disinilah pentingnya penggunaan jasa guide karena rute Summit Attack tidak begitu jelas dan penuh “tantangan”.

Dari puncak Tujuh Belas, dilanjutkan dengan menuruni bukit yang tidak begitu tinggi namun diapit dua jurang yang tak terhitung dalam, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menyeberangi jalur Shirathal Mustaqim yang membuat bulu kuduk merinding.

Setelah melewati jalur Shirathal Mustaqim, kita akan menemui tebing curam dengan kedalaman sekitar delapan meteran. Untuk menuruni jurang ini, kita wajib menggunakan alat pengaman/safety gear.

Setelah meniti tebing yang berada di bawah jurang tersebut, sampailah kita di jalur yang menuju ke arah puncak Tusuk Gigi yang berupa bebatuan yang sangat rawan longsor.

Menggapai Puncak Tusuk Gigi bisa ditempuh sekitar setengah jam perjalanan, dari Puncak Tusuk Gigi kita dapat melanjutkan perjalanan menuju Puncak Sejati Gunung Raung.

Dan dari sinilah kita dapat menikmati keindahan Caldera Gunung Raung yang sangat Eksotis..

Berbicara keunikan Gunung Raung, selain jalurnya yang sangat menantang, di lereg gunung Raung juga tersebar mitos jaman dahulu kala yang mewakili sejarah gunung Raung versi masyarakat sekitar seperti misteri Macan Putih, suara-suara aneh dan banyak sekali tempat yang katanya angker.

Masyarakat sekitar gunung Raung meyakini bahwasanya gunung Raung adalah singgasana dari macan putih yang berpusat pada puncak gunung Raung. kerajaan tersebut dipimpin oleh salah satu dari keturunan kerajaan Majapahit yaitu Pangeran Tawangulun, tidak hanya macan putih bahkan setiap malam-malam tertentu seperti malam jumat sering terdengar derapan kuda yang dipercayai suara kereta kencana milik permaisuri Pangeran Tawangulun.

Misteri dan keangkeran Gunung Raung seolah terwakili dengan nama – nama pos yang berada di sepanjang jalur pendakian, seperti pos pendakian Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin.

Sebagai pendaki, sudah seharusnya kita menghormati kepercayaan masyarakat setempat, sesuai dengan istilah “ dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Menghormati adat istiadat setempat merupakan sebuah keharusan.

Selamat berpetualang, selamat MERAUNG!.

Source : Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *